Lutim, KOMPASNEWS – Seorang gadis bernama Abi Limbong (24) di Kabupaten Luwu Timur dibunuh sepupunya sendiri lantaran melawan saat hendak diperkosa. Jasad korban ditemukan di sebuah areal persawahan dengan luka menganga di kepala.
Pelaku sendiri AD masih berusia 17 tahun. Ia berhasil dibekuk polisi beberapa jam setelah peristiwa nahas itu.
Kapolsek Mangkutana, Iptu Muh Junus menjelaskan, ada dua tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus tersebut. Korban yang bekerja sebagai cleaning service puskesmas awalnya berangkat kerja hingga dibuntuti pelaku.
“Di TKP pertama itu percobaan pemerkosaan terjadi, cuma mungkin karena korban ribut mi teriak lakukan perlawanan dan lari,” kata Junus, Jumat (12/6/2026).
Korban yang berupaya melarikan diri lantas dikejar oleh pelaku. Saat tiba di areal persawahan, pelaku langsung memukul kepala korban menggunakan batu.
“Dikejar mi sama pelaku dan dipukul menggunakan batu, pemukulan itu terjadi di TKP kedua dekat pematang sawah yang agak ke dalam dari TKP pertama,” tuturnya.
Menurut Junus, pelaku sebelumnya sering mengintip korban saat mandi. Aktivitas itu diduga memicu pelaku untuk memperkosa korban yang juga tetangganya.
“Dia kan (pelaku) sepupu dua kali (dengan korban), rumahnya benar-benar sampingan, dia biasa mengintip korban ketika mandi sehingga dia tertarik,” ucap Junus.
Pelaku pun melarikan diri dari lokasi kejadian. Sementara mayat korban ditemukan warga di persawahan dekat SMP 1 Kalaena, Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Lutim pada Kamis (11/6) pagi.
Korban ditemukan meninggal dengan kepala bersimbah darah. Polisi yang melakukan penyelidikan menangkap pelaku pada hari yang sama setelah kejadian.
“Dari hasil olah TKP personel menemukan jejak kaki terduga pelaku yang setelah ditelusuri sampai di samping gereja GPDI,” pungkas Junus. (skr)












