Makassar, KOMPASNEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menyebut kinerja perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) tetap terjaga dengan pertumbuhan positif.
Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin mengungkapkan, kinerja perbankan tumbuh positif, baik pada total aset, dana pihak ketiga, dan kredit. Adapun total aset perbankan, yakni tumbuh sebesar 4,89 persen secara year on year (yoy) dengan nominal mencapai Rp207,78 triliun.
Sementara dana pihak ketiga (DPK), dicatatkan tumbuh 8,10 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp142, 85 triliun.
“DPK di Provinsi Sulawesi Selatan ini didominasi oleh tabungan dengan share 58,36 persen,” katanya, Rabu (1/10/2025).
Adapun kredit yang disalurkan, kata Muchlasin, juga dicatatkan tumbuh sebesar 4,13 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp168,19 triliun.
“Penyaluran kredit di Sulawesi Selatan didominasi oleh penyaluran kredit produktif sebesar 53,67 persen, juga didorong oleh kredit konsumtif
yang tumbuh sebesar 7,43 persen,” katanya.
Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, lanjutnya, kredit yang disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran memiliki porsi terbesar dengan share 22,95 persen.
“Capaian ini, juga menunjukkan kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR)
119,84 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level 3,05 persen,” kata Muchlasin.
Adapun perbankan syariah Sulsel, kata Muchlasin, dicatatkan turut menunjukkan pertumbuhan positif pada posisi Juli 2025. Hal ini tercermin dari aset perbankan syariah yang tumbuh sebesar 20,87 persen secara year on year (yoy)
menjadi Rp18,59 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh 16,08 persen menjadi Rp12,91 triliun dan penyaluran pembiayaan yang juga tumbuh sebesar 20,37 persen (yoy) menjadi Rp15,76 triliun.
“Tingkat intermediasi perbankan Syariah juga berada pada level 122,00 persen dengan tingkat NPF pada level 2,06 persen,” kata Muchlasin. (wia/skr)











