Appi Ajak IOM Terlibat Tangani Bencana dan Isu Perubahan Iklim di Makassar

  • Bagikan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima tim IOM.

Makassar, KOMPASNEWS – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik inisiatif dan program berkelanjutan yang ditawarkan oleh International Organization for Migration (IOM), sebuah badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). APPI, sapaan Munafri menyebut, IOM berperan aktif dalam isu perubahan iklim.

Hal ini disampaikan Appi saat menerima tim IOM yang dipimpin Head Of Mobility and Resilience, Stefano Bresaola dan Ketua IOM Makassar asal Sudan, Amel Ahmed M. Sahal di Balaikota, Selasa (23/09/2025). Appi menyatakan dukungannya pada program-program IOM.

“Terkait isu perubahan iklim, saya melihat adanya kesamaan visi dengan kerja sama yang telah dilakukan Pemkot Makassar, seperti proyek RISE untuk sanitasi air bersih di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya,” jelas Appi.

“Tentu kami sangat tertarik, saya pikir kita punya program yang memiliki kesamaan. Kalau Anda punya program yang bagus, silakan bawa ke kami. akan kami berikan dukungan penuh,” ujar Munafri.

Sebelumnya, diawal audiensi, pihak IOM telah memaparkan sejumlah kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya. Sehingga IOM sangat mengapresiasi dukungan baik yang diterima dari Pemkot Makassar.

Stefano menjelaskan IOM dan Pemkot Makassar sudah pernah bekerja sama melalui program Building Healthy Cities (BHC) yang fokus pada perencanaan kota sehat, serta Asia Resilient Cities (ARC) yang bertujuan membangun ketahanan kota terhadap bencana dan dampak perubahan iklim termasuk fenomena perpindahan penduduk.

“Sebagai kelanjutan dari komitmen tersebut, IOM memperkenalkan tahap awal dari program Climate Catalytic Fund (CCF),” jelasnya.

Stefano menjelaskan Mekanisme pendanaan ini dirancang untuk mendorong solusi lokal dalam memperkuat ketahanan masyarakat yang terdampak perubahan iklim. Langkah kolaborasi ini akan menjadi wadah untuk menjaring kolaborasi lembaga-lembaga lain.

Ia menyampaikan bahwa meskipun isu pengungsi (refugee) di Makassar terbilang minim, masih banyak tantangan lain terkait iklim yang perlu ditangani. Dengan semakin banyaknya ide yang masuk dan selaras dengan pemerintah, IOM berkomitmen untuk mencari pendanaan yang sesuai untuk mewujudkan gagasan-gagasan tersebut.

“Ide-ide ini yang masuk terkait di Kota Makassar ada beberapa NGO seperti isu laut, isu imigrasi terhadap dampak perubahan iklim, hingga blue economy. Bahkan jika kemungkinan pulau-pulau yang terdampak yang ternyata ikannya sudah tidak bisa dimakan,” jelasnya.

Pihak IOM miminta pertemuan lanjutan dengan Pemerintah Kota Makassar untuk membahas perkembangan program dan rencana implementasi berbagai tantangan yang telah diidentifikasi. (skr)

  • Bagikan