Soppeng Segera Gulirkan Proyek SPAM, Bupati Suwardi: Tak Bebani APBD

  • Bagikan

Soppeng, KOMPASNEWS – Langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam menuntaskan persoalan klasik air bersih. Rabu (18/2), Bupati Soppeng Suwardi Haseng, memimpin langsung ekspose proyek pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui skema investasi Build Operate Transfer (BOT).

​Pertemuan strategis yang dihadiri oleh jajaran Direksi PDAM dan pihak investor ini menandai babak baru dalam pembangunan infrastruktur dasar Soppeng. Proyek ini menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi “Soppeng Setara” melalui modernisasi manajemen air bersih secara menyeluruh.

​Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa proyek ini merupakan solusi jangka panjang bagi ketersediaan air bersih, khususnya di wilayah Kota Watansoppeng dan sekitarnya. Menariknya, proyek raksasa ini tidak menggunakan dana pinjaman yang membebani kas daerah.

​”Insya Allah, masalah air PDAM segera teratasi. Ini bukan pinjaman atau hutang daerah, melainkan bentuk kerja sama investasi dengan durasi 30 tahun. Kami ingin masyarakat mendapatkan hak dasarnya, yakni air bersih yang layak, tanpa menguras APBD secara ekstrem,” tegas H. Suwardi Haseng kepada media, Jumat (20/2).

​Dua Pilar Utama Perombakan PDAM

​Plt Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, menjelaskan bahwa kerja sama dengan investor ini akan difokuskan pada dua transformasi besar, ​Modernisasi Jaringan Pipa yakni mengganti jaringan pipa lama yang rentan bocor dan tersumbat untuk memastikan tekanan air stabil hingga ke rumah pelanggan.

​Mengantisipasi ancaman kekeringan dengan melakukan pengeboran 50 titik sumur bor skala besar yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Soppeng.

​Hasanuddin menambahkan bahwa skema BOT selama 30 tahun ini dirancang dengan prinsip Zero APBD. Selain pembangunan fisik, investor juga membawa teknologi modern yang transparan dalam pengelolaan air.

​”Sesuai regulasi, pada akhir masa kerja sama nanti, seluruh aset infrastruktur yang telah dibangun akan sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Daerah. Ini adalah langkah berani dan visioner dari Bapak Bupati,” ujar Hasanuddin.

​Dengan komitmen ini, penataan sarana air bersih di Kabupaten Soppeng kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju pelayanan publik yang berkelanjutan dan modern. (ham/skr)

  • Bagikan