Makassar Pasar Gemuk Narkoba di KTI, Appi Prihatin

  • Bagikan
Pemusnahan 20 kilogram narkoba di Mapolrestabes Makassar, kemarin.

Makassar, KOMPASNEWS – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengaku prihatin Makassar menjadi salah satu pasar gemuk narkoba di Indonesia timur. Ia mengatakan, dibutuhkan penanganan komprehensif agar bisa mencegah kondisi yang lebih buruk.

“Kita butuh penanganan bersama. Kepolisian dan BNN telah berbuat optimal. Kita harapkan masyarakat terlibat dalam upaya-upaya pencegahan,” ujar Appi saat enyaksikan pemusnahan 20 kilogram narkoba di Mapolrestabes Makassar, kemarin.

Appi memberi apresiasi tinggi kepada Polrestabes Makassar dan seluruh jajaran aparat penegak hukum atas keberhasilan mengungkap jaringan besar peredaran narkoba di berbagai wilayah Kota Makassar.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras pihak Kepolisian dan BNN dalam memerangi narkoba. Kami akan terus bersama-sama dengan seluruh pihak agar penyalahgunaan, peredaran, dan pemakai narkoba tidak bisa hidup nyaman di Kota Makassar,” tegas Munafri.

Sebanyak 20 kilogram narkotika berhasil disita dan dimusnahkan dalam kegiatan tersebut. Rinciannya 13 kilogram sabu, 1 kilogram cairan sintetik, dan 33.936 butir obat berbahan THD seberat 6 kilogram.

Pemusnahan dilakukan menggunakan mobil incinerator milik BNNP Sulsel, melalui sistem wet scrubber hingga menjadi uap air ramah lingkungan.

Munafri juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Makassar berkolaborasi dengan kepolisian dan BNN dalam pemberdayaan wilayah yang selama ini dicap sebagai kampung narkoba agar dapat bertransformasi menjadi kampung produktif.

“Kami akan turun langsung dengan beberapa model pemberdayaan agar wilayah-wilayah yang selama ini dikenal rawan, bisa menjadi kawasan yang lebih positif dan berdaya,” ujarnya.

Selain pengungkapan kasus narkotika, Munafri juga menyoroti keberhasilan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus penculikan anak di bawah umur bernama Balqis yang sempat meresahkan masyarakat.

Ia menyebut, fenomena tersebut menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap indikasi human trafficking.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau polisi, tapi tanggung jawab kita semua. Kami juga meminta pengawasan di bandara diperketat, terutama terhadap anak-anak yang bepergian tanpa pendamping orang tua,” imbaunya.

Munafri menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan terus bersinergi dengan aparat keamanan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, sehingga seluruh program pembangunan di Kota Makassar dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Hasil Operasi Gabungan Polrestabes – BNN

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan bahwa kegiatan pemusnahan barang bukti ini merupakan tindak lanjut dari enam laporan polisi hasil operasi yang dilakukan oleh Satres Narkoba Polrestabes Makassar bersama jajaran Polda Sulsel dan BNNP Sulsel. Termasuk hasil operasi gabungan beberapa minggu terakhir di Kota Makassar.

“Pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari proses hukum sebelum dilanjutkan ke tahap persidangan oleh Kejaksaan. Prosesnya dilakukan secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada publik,” jelas Kapolrestabes. (skr)

  • Bagikan