LPG 3 Kg di Tator Langka, Harga Meroket jadi Rp 30 Ribu

  • Bagikan

Tator, KOMPASNEWS – Warga Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengeluhkan kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) dalam sepekan terakhir. Kondisi ini membuat harga mengalami kenaikan hingga Rp 30 ribu per tabung di tingkat pangkalan.

“Susah didapat sekarang (LPG 3 kg). Kami ke pangkalan yang katanya Rp 20 ribu, ternyata mahal juga, Rp 30 ribu mi per tabung di pangkalan Munia Bumbungan,” kata warga Makale, Anton (28) dikutip detikcom, Rabu (10/6/2026).

Anton mengatakan kondisi ini sudah berlangsung sejak sepekan. Dia tidak tahu penyebab pasti kelangkaan LPG subsidi tiba-tiba terjadi dan membuat harga melonjak.

“Minggu lalu saya cari sama istriku di beberapa tempat tapi kosong semua. Di tempat ke 5 baru ada, tapi mahal. Tidak tahu kenapa langka padahal tidak ada pemakaian banyak di Toraja, belum pi musim pesta (upacara adat) ini,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan mahasiswa bernama Jeni (23). Dia juga sudah mulai merasakan sulitnya mendapatkan LPG 3 kg sejak sepekan terakhir.

“Iya, langka dan mahal. Waktu gas di kos saya habis, saya pergi cari sama teman sekitar Makale tapi kami dapat di Kasimpo. Kita incar pangkalan karena kemungkinan ada gas di situ. Kami dikasih Rp 26 ribu satu tabung,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Sulsel, Mulian Pratama mengatakan, berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan, wilayah Makale masuk zona 1 dengan harga eceran Rp 20.500 per tabung di tingkat pangkalan. Oleh karena itu, pihaknya akan memberi sanksi pangkalan maupun agen yang menjual di atas HET.

“Mau agen atau pangkalan kalau melanggar pasti saya sanksi tegas. HET itu sudah ditentukan jadi mudah aja kedapatan kalau agen atau pangkalan nakal, salah satunya cek HET-nya,” ucapnya.

Mulian belum merincikan sanksi terhadap pangkalan tersebut, sebab pihaknya akan menelusuri pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan terlebih dahulu.

“Sanksinya bisa SP 1, SP 2, atau bahkan pemutusan hubungan kerja, tergantung pelanggarannya. Jadi kami akan menelusuri pelanggaran-pelanggarannya. Saya juga sudah hubungi agen mitra pangkalan itu,” ujarnya.  (skr)

 

 

 

  • Bagikan