Bukan di Lapangan, MAPALA 45 Bentangkan Merah Putih 25 x 15 Meter di Tebing KM 5 Tana Toraja

  • Bagikan

Tana Toraja, KOMPASNEWS – 17 Agustus 2026-MAPALA 45 Makassar memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan membentangkan Bendera Merah Putih berukuran 25 x 15 meter di Tebing Selamat Datang KM 5, Lembang Randanan, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Senin (17/8/2026).

Berbeda dari upacara yang umumnya digelar di lapangan, kegiatan ini membawa Merah Putih ke medan tebing. Aksi tersebut menjadi bagian dari tradisi MAPALA 45 Makassar dalam memperingati kemerdekaan melalui kegiatan kepencintaalaman sejak 2008.

Ketua Umum MAPALA 45 Makassar mengatakan, pembentangan Merah Putih merupakan gagasan dan tradisi organisasi yang memadukan alam dan nasionalisme.

“Merah Putih tidak hanya dibentangkan di ruang alam yang menjadi tantangan sekaligus simbol keberanian, persatuan, dan kecintaan terhadap Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, pembentangan bendera berukuran besar di medan tebing membutuhkan persiapan, koordinasi, disiplin, serta perhitungan matang. Tantangan kegiatan bukan semata ketinggian, melainkan kemampuan tim menjaga kekompakan dan keselamatan.

“Bagi MAPALA 45, adrenalin menjadi bagian dari proses untuk menguji kesiapan tim sekaligus memastikan Merah Putih dapat dibentangkan dengan aman dan penuh kehormatan,” katanya.

Lurah Tengan, Adolfina Donna Tokko’, S.H., menyambut baik kegiatan. Ia mengatakan antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran warga Ge’tengan dan kampung sekitar yang datang menyaksikan pembentangan Merah Putih.

Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Menurut Adolfina, masih terdapat tebing di wilayah kelurahan yang dapat menjadi lokasi pembentangan Merah Putih.

“Semoga kegiatan ini dapat berlanjut dari Universitas Bosowa sampai Tebing Kilometer 5 ini, dan bisa dilanjutkan lagi di Tebing Buntu Kandora,” ujarnya.

Pembentangan Merah Putih di Tebing KM 5 menjadi bagian dari perjalanan MAPALA 45 Makassar dalam merayakan kemerdekaan. Bagi organisasi tersebut, kegiatan ini bukan sekadar aksi di ketinggian, tetapi juga upaya menanamkan kerja sama, disiplin, keberanian, tanggung jawab, kecintaan terhadap alam, dan semangat nasionalisme. (Man)

  • Bagikan