Jakarta, KOMPASNEWS – Komisaris Jenderal Polisi Muhammad Fadil Imran memasuki masa purnatugas dari Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Jumat, 14 Agustus 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-58, sekaligus menandai berakhirnya pengabdian Fadil sebagai anggota aktif Polri setelah sekitar 35 tahun berdinas.
Fadil Imran lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 14 Agustus 1968. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri.
Kariernya diawali melalui sejumlah jabatan operasional di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Fadil antara lain pernah menjabat Kapolsek Metro Cengkareng, Kapolsek Metro Tanah Abang, serta Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Karier Fadil kemudian berkembang ke tingkat Polda hingga Mabes Polri. Ia pernah dipercaya sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
Di tingkat Bareskrim Polri, Fadil juga pernah menduduki posisi strategis sebagai Direktur Tindak Pidana Siber serta Direktur Tindak Pidana Terorisme.
Pada 2020, Fadil ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Timur. Beberapa bulan kemudian, pada November 2020, ia dipercaya memimpin Polda Metro Jaya. Jabatan tersebut diembannya hingga Maret 2023.
Setelah meninggalkan Polda Metro Jaya, Fadil mendapat kepercayaan sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri dengan pangkat Komisaris Jenderal.
Pada Agustus 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan mutasi sejumlah perwira tinggi. Dalam mutasi tersebut, Fadil ditunjuk sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). Penunjukan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025.
Sebelum memasuki masa purnatugas, Fadil telah memperluas kiprahnya ke sektor korporasi. Ia dipercaya menjadi Komisaris PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Juni 2025.
Fadil resmi tercatat dalam jajaran Dewan Komisaris MIND ID setelah RUPS pada 10 Juni 2025. Dalam susunan tersebut, ia menjabat sebagai komisaris bersama Astera Primanto Bhakti dan Tri Winarno.
Sementara itu, Fuad Bawazier dipercaya sebagai Komisaris Utama. Adapun Grace Natalie, Nugroho Widyotomo, dan Carmelita Hartoto tercatat sebagai Komisaris Independen.
MIND ID merupakan holding BUMN yang menaungi sejumlah perusahaan di sektor pertambangan dan industri mineral. Penunjukan Fadil memperluas perjalanan profesionalnya dari institusi penegak hukum ke lingkungan korporasi negara.
Pengalaman selama lebih dari tiga dekade di kepolisian, terutama di bidang keamanan, penegakan hukum, dan sejumlah posisi strategis, menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya ke lingkungan MIND ID.
Purnatugas pada 14 Agustus 2026 menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian Fadil Imran sebagai anggota aktif Polri. Namun, kiprahnya di sektor publik dan korporasi berlanjut melalui posisinya di jajaran Dewan Komisaris MIND ID.
Setelah sekitar 35 tahun mengabdi di kepolisian, Fadil kini memasuki babak baru dalam perjalanan profesionalnya di sektor industri mineral dan pertambangan nasional. (*)












