Takalar, KOMPASNEWS – Dukungan terhadap Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk kembali memimpin Partai Golkar Sulawesi Selatan terus menguat. Kali ini datang dari salah satu aktivis senior Kabupaten Takalar, Nawir Sita, sosok yang dikenal aktif mengawal berbagai isu sosial, pembangunan, dan kepentingan masyarakat di daerahnya.
Bagi Nawir Sita, dukungan terhadap IAS bukan sekadar sikap politik sesaat. Dukungan tersebut lahir dari perjalanan panjang yang telah terjalin sejak awal era reformasi, ketika IAS mulai menapaki panggung politik Sulawesi Selatan sebagai salah satu figur muda yang diperhitungkan di Partai Golkar.
Nawir mengisahkan, perkenalannya dengan IAS bermula sekitar tahun 1999. Saat itu, IAS yang akrab disapa ACO dikenal sebagai politisi muda dengan energi besar dan kemampuan membangun jaringan yang kuat di kalangan kader muda Golkar.
“Sejak saat itu kami mengikuti dan menyaksikan langsung bagaimana beliau membangun organisasi, merawat kader, serta menjaga marwah Partai Golkar. Karena itu saya sangat memahami karakter dan kapasitas kepemimpinan yang dimiliki Kak Aco,” ujar Nawir.
Sebagai aktivis yang telah lama berinteraksi dengan berbagai dinamika politik dan sosial di Sulawesi Selatan, Nawir menilai IAS merupakan figur yang memiliki kombinasi pengalaman, kemampuan manajerial, serta jejaring politik yang lengkap untuk memimpin Golkar Sulsel.
Menurutnya, tidak banyak tokoh yang mampu menggerakkan mesin partai sekaligus membangun kekuatan sosial-politik di luar struktur organisasi sebagaimana yang dimiliki IAS.
“Beliau memiliki kemampuan konsolidasi yang kuat. Kader merasa dekat, masyarakat merasa memiliki. Itu modal besar yang sangat dibutuhkan Golkar untuk menghadapi tantangan politik ke depan,” katanya.
Nama Nawir Sita sendiri bukanlah sosok asing di kalangan aktivis dan tokoh masyarakat Takalar. Selama bertahun-tahun, ia dikenal konsisten menyuarakan berbagai persoalan publik, mulai dari isu pertanian, pembangunan desa, tata kelola pemerintahan, hingga pemberdayaan masyarakat. Konsistensi tersebut menjadikan pandangannya terhadap arah politik daerah maupun provinsi mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
Karena itu, dukungan yang disampaikannya kepada IAS dinilai bukan sekadar dukungan personal, melainkan lahir dari pengamatan panjang terhadap rekam jejak dan kapasitas kepemimpinan.
Nawir meyakini, di tengah persaingan politik yang semakin dinamis, Golkar Sulawesi Selatan membutuhkan figur yang mampu menyatukan seluruh elemen partai, mulai dari kader senior, generasi muda, hingga kekuatan akar rumput.
“Saya melihat IAS memiliki kapasitas itu. Beliau memahami kultur organisasi, memahami kebutuhan kader, dan memiliki hubungan yang baik dengan berbagai elemen masyarakat. Itu yang membuat saya optimistis Golkar Sulsel akan kembali mencapai masa kejayaannya,” tegasnya.
Lebih jauh, Nawir mengajak seluruh kader Golkar untuk menjadikan momentum kepemimpinan IAS sebagai titik konsolidasi dan kebangkitan partai. Menurutnya, kemenangan politik hanya dapat diraih melalui persatuan dan kerja bersama.
“Dengan segala kerendahan hati, saya mengucapkan selamat kepada Kak Aco atas kepercayaan yang diberikan untuk kembali memimpin Golkar Sulawesi Selatan. Semoga amanah ini menjadi jalan bagi lahirnya era baru Golkar yang semakin kuat, solid, dan dicintai masyarakat,” ujarnya.
Dukungan dari Nawir Sita menjadi salah satu sinyal bahwa IAS masih memiliki basis loyalitas yang kuat di berbagai daerah. Di saat yang sama, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tokoh-tokoh akar rumput yang selama ini aktif mengawal kepentingan masyarakat masih menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan IAS untuk membawa Golkar Sulawesi Selatan menuju masa depan yang lebih gemilang. (diman/skr)












