Gowa, KOMPASNEWS – KNPI Kabupaten Gowa menilai kepemimpinan kepala daerah yang tidak tersandera kepentingan partai politik justru memberi ruang lebih luas untuk membangun daerah secara fokus, bersih, dan berpihak penuh kepada rakyat.
Pandangan itu disampaikan Ketua DPD KNPI Gowa, Alumnus Zainuddin, yang mengingatkan bahwa Kabupaten Gowa pernah merasakan langsung bagaimana kepala daerah tanpa beban politik partai mampu bekerja lebih leluasa demi kepentingan masyarakat.
Menurutnya, pengalaman itu terlihat saat Adnan Purichta Ichsan memimpin Gowa setelah maju melalui jalur independen pada Pilkada 2015.
“Gowa pernah membuktikan sendiri bahwa pemimpin yang tidak dibebani kepentingan partai bisa bekerja lebih tenang dan lebih fokus untuk rakyat. Saat itu masyarakat melihat kerja nyata, bukan sekadar warna partai,” ujar Alumnus Zainuddin, Jumat (8/5/2026).
Ia menilai, kepala daerah yang tidak memiliki beban politik ke elit pusat akan lebih leluasa menentukan arah pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan kelompok tertentu.
“Kalau tidak ada tekanan setoran politik, tidak ada titipan proyek, maka APBD benar-benar bisa diarahkan untuk kepentingan rakyat. Infrastruktur jalan, pendidikan diperkuat, pelayanan publik bergerak lebih cepat. Itu yang pernah dirasakan masyarakat Gowa,” katanya.
KNPI Gowa juga menyoroti posisi Sitti Husnia Talenrang yang kini tidak lagi menjabat Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan. Menurut KNPI, situasi tersebut justru menjadi peluang besar bagi Husnia untuk tampil sebagai pemimpin yang berdiri di atas semua golongan.
“Bagi kami, Ibu Husnia tidak perlu mengejar jabatan di DPP partai mana pun. Energi pemimpin daerah terlalu berharga jika habis untuk urusan politik pusat yang manfaatnya tidak langsung dirasakan warga Gowa,” tegasnya.
KNPI menilai masyarakat saat ini membutuhkan pemimpin yang hadir penuh di tengah rakyat, menjaga birokrasi tetap netral, dan memastikan seluruh program pembangunan berjalan tanpa kepentingan politik praktis.
“Kalau pemimpin fokus mengurus daerah, maka bantuan tidak akan tebang pilih, birokrasi bekerja profesional, dan pembangunan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan dari kepentingan partai,” lanjut Alumnus Zainuddin.
Ia juga menegaskan bahwa pemuda Gowa menginginkan suasana pemerintahan yang teduh, inklusif, dan merangkul semua lapisan masyarakat tanpa sekat politik.
Menurutnya, stabilitas pemerintahan dan konsentrasi penuh terhadap pembangunan daerah menjadi modal penting untuk membawa Gowa semakin maju di tengah tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Dengan situasi politik yang lebih cair dan kepemimpinan yang tidak terseret tarik-menarik kepentingan partai, KNPI Gowa berharap pemerintahan di bawah kepemimpinan Husnia Talenrang dapat terus menjaga fokus pada pelayanan publik, pemerataan pembangunan, serta penguatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Gowa. (Man)












