Takalar, KOMPASNEWS – Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah pendidikan Indonesia, khususnya dalam membangun generasi yang berkarakter dan berakar pada nilai budaya bangsa.
Ketua Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Makassar (IKA Unismuh) Cabang Takalar, Barnadi Zakaria, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter dan jati diri generasi penerus bangsa.
Menurutnya, pendidikan Indonesia harus tetap berpijak pada nilai kebudayaan dan kehidupan sosial masyarakat agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.
“Pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan batin serta keselamatan hidup lahir,” demikian kutipan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang kembali digaungkan dalam peringatan tahun ini.
Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 ini juga mencerminkan semangat para pelajar yang tetap berjuang menempuh pendidikan di tengah berbagai keterbatasan.
Kondisi tersebut menjadi simbol kuat bahwa pendidikan tetap menjadi harapan utama dalam menentukan masa depan bangsa.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, semangat belajar generasi muda menjadi pengingat bahwa harapan itu masih ada.
Pendidikan bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, tetapi tentang membentuk masa depan kehidupan bangsa secara menyeluruh.
Barnadi Zakaria menambahkan, keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan dalam mendorong kemajuan pendidikan, termasuk peran alumni perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata di daerah, khususnya di Kabupaten Takalar.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing.
IKA Unismuh Makassar Cabang Takalar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai titik tolak dalam memperkuat komitmen bersama membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. (Man)












