Makassar, KOMPASNEWS – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi menutup rangkaian kegiatan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) Sulawesi Selatan 2025.
Deputi Kepala BI Sulsel, Wahyu Purnama, mengatakan, kegiatan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang dilaksanakan selama bulan Oktober 2025, merupakan wujud komitmen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel bersama stakeholders dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah yang kolaboratif, inovatif dan inklusif.
Kegiatan yang terdiri atas 18 rangkaian dan diikuti oleh 5.000 peserta tersebut, bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang pentingnya ekonomi syariah, mempercepat penciptaan ekosistem halal, termasuk dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis syariah, juga meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren, serta memperkuat keuangan sosial syariah.
Adapun hasil dari penyelenggaraan BEKS 2025, meliputi pendampingan 76 Sertifikat Profesi Juru Sembelih Halal, pendampingan 10 Sertifikat Profesi Penyelia Halal bagi Pengelola SPPG, pendampingan 3 Sertifikat Profesi Penyelia Halal untuk Juleha, pendampingan Sertifikat Halal untuk Rumah Potong Unggas (RPU) Berkah Sidrap dan Rizki Kanie di Kabupaten Sidrap, pendampingan Sertifikat Zona KHAS kantin yang berlokasi di BI Sulsel, SMAN 17 Makassar dan Koperasi Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
“Dengan capaian BEKS tersebut, maka jumlah Juleha Sulsel yang sudah memiliki keahlian sembelih halal sebanyak 178 orang, jumlah RPU/H Sulsel yang sudah bersertifikasi halal sebanyak 9 RPH/RPU, dan jumlah Zona Khas sebanyak 8 lokasi di Sulawesi Selatan,” kata Wahyu, di Baruga Phinisi, Lt 4, Kantor Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Jl Jenderal Sudirman, Jumat (7/11/2025).
Tak hanya itu, melalui BEKS 2025, kata Wahyu, ekonomi pesantren juga terus didorong untuk dapat mandiri. Serangkaian kegiatan seperti capacity building, business matching telah dilaksanakan, bahkan terdapat penandatangan kerjasama pasokan antara Koperasi Kolaborasi Bisnis Pesantren dengan Koperasi Merah Putih Kharisma untuk pemenuhan bahan baku dapur, juga penandatanganan kerjasama antara Unit Usaha Pondok Pesantren Darul Aman Gombara dengan SPPG Pai, serta penandatanganan kerjasama antara Koperasi Kolaborasi Bisnis Pesantren dengan R8 Mart dalam rangka kerjasama bisnis ritel.
“Dalam penyelenggaraan BEKS 2025, Bank Indonesia juga terus meningkatkan literasi masyarakat tentang pentingnya ekonomi syariah, dan mendorong secara masif melalui berbagai kegiatan,” kata Wahyu.
Opening Ceremony BEKS 2025 ini, juga turut dihadiri Syekh Muhammad Jaber,, pendakwah nasional, yang memberikan tauziah tentang Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Membangun Ekonomi Syariah yang Berkah. Tauziah tersebut, sebagai motivator untuk terus membangkitkan semangat bagi penggiat ekonomi syariah dalam mewujudkan kemaslahatan umat di Sulawesi Selatan. (wia/skr)











