Tiga Pria Datangi Rumah Jurnalis Usai Berita Dugaan Adu Ayam Bangkok Disorot, Keluarga Klaim Ada Teriakan dan Ancaman

  • Bagikan

KOMPAS.news – MAKASSAR, – Kediaman seorang jurnalis Matanusantara.co.id, Ramli, didatangi tiga pria pada Selasa dini hari (25/8/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WITA, ketika sebagian besar warga telah beristirahat.

Kedatangan tiga pria yang disebut berinisial DS, AD dan NT itu menjadi perhatian keluarga Ramli karena waktunya berdekatan dengan pemberitaan Matanusantara.co.id mengenai dugaan praktik perjudian dalam pertandingan ayam Bangkok di kawasan Borong Rappo, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Menurut keterangan keluarga Ramli kepada redaksi, salah seorang pria yang disebut berinisial DS diduga datang dalam kondisi mabuk dan kemudian menunjukkan emosi serta berteriak di sekitar rumah.
Keluarga juga menyebut terdapat ucapan yang diduga meminta agar pemberitaan mengenai dugaan adu ayam Bangkok tersebut tidak dilanjutkan.

“Dia teriak agar tidak mendengar informasi tetangga soal adu ayam Bangkok,” demikian keterangan keluarga yang diterima redaksi, Selasa dini hari.

Keluarga Ramli juga mengaku mendengar ucapan yang mereka anggap bernada ancaman terhadap sang jurnalis.
“Mauki na tinju na bilang DS, baru dia teriak dan marah-marah, bilang tanyaki sampara (nama samaran Ramli) jangako mau ikut-ikut sama TL sama MH, jangonko dengarki, berteriaki apa, dia bilang telasoo nu,” ujar keluarga Ramli.

Namun, keterangan tersebut belum dikonfirmasi secara langsung kepada DS. Redaksi juga belum memperoleh rekaman yang dapat memverifikasi secara independen seluruh percakapan sebagaimana disampaikan keluarga.

Karena itu, Matanusantara.co.id menempatkan informasi tersebut sebagai keterangan atau klaim dari pihak keluarga dan bukan sebagai fakta hukum yang telah terbukti.

Keluarga Saling Mengingatkan untuk Tidak Keluar Rumah
Berdasarkan percakapan yang diterima redaksi, situasi mulai menjadi perhatian keluarga sekitar pukul 00.47 WITA.
Dalam percakapan tersebut, disebutkan masih terdapat sejumlah orang di sekitar masjid yang lokasinya tidak jauh dari kediaman Ramli.

“Itu masih adai di dekat mesjid,” demikian pesan yang diterima redaksi.
Tidak lama kemudian, jumlah orang yang berada di sekitar lokasi disebut mencapai tiga orang. Nama DS kemudian muncul dalam percakapan keluarga dan salah seorang dari rombongan disebut dalam kondisi emosi.

Sekitar pukul 00.53 WITA, keluarga kembali saling mengingatkan agar tidak keluar rumah.
“Janganmko bede dulu pulang, masih adai di ujung lorong itu org duduk, mallaki mama.”
Pesan tersebut menggambarkan kekhawatiran keluarga lantaran sejumlah orang disebut masih berada di sekitar ujung lorong.
Beberapa menit kemudian, keluarga kembali menyebut terdengar suara teriakan dari luar.

“Berkerumungan ki orang di luar napakamma, marah-marahi,” demikian keterangan dalam percakapan tersebut.
Percakapan berikutnya juga menyebut seseorang bergerak ke sekitar rumah warga lain sambil berteriak dan mencari sejumlah orang.
“Pergi apa di depan rumahnna TL, berteriaki dan nacari semua ko,” demikian isi pesan yang diterima redaksi.
Sekitar pukul 00.59 WITA, keluarga kembali menyampaikan kekhawatiran karena situasi disebut semakin ramai.

“Ka ributki jasi tak bangka mama.”
Hingga sekitar pukul 01.02 WITA, komunikasi antaranggota keluarga masih berlangsung. Mereka saling meminta agar tidak terburu-buru keluar rumah sebelum situasi dianggap kondusif.

Rangkaian percakapan tersebut menjadi salah satu bahan penelusuran redaksi terkait kedatangan tiga pria di sekitar kediaman Ramli.
Namun, redaksi kembali menegaskan bahwa isi percakapan tersebut merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.

Berawal dari Sorotan Dugaan Adu Ayam Bangkok
Kedatangan tiga pria tersebut kemudian memunculkan pertanyaan karena waktunya berdekatan dengan pemberitaan mengenai dugaan pertandingan ayam Bangkok di Borong Rappo.

Sebelumnya, Matanusantara.co.id menyoroti informasi mengenai duel ayam Bangkok yang disebut mempertemukan Yolanda versus Theptroy.
Pertandingan tersebut semula disebut akan berlangsung di kawasan Kostrad, Kabupaten Maros. Namun informasi berikutnya menyebut lokasi pertandingan justru berada di kawasan Borong Rappo, Kabupaten Gowa.
Sumber yang mengaku mengetahui pertandingan tersebut menyebut duel itu bukan perlombaan biasa.

“Bukan lomba ini tapi partai janjian big game,” ujar sumber.
Sumber yang sama juga menyampaikan klaim mengenai nilai uang yang disebut dipertaruhkan dalam pertandingan.
“500 juta ke atas itu ketemu uang di atas 1 M,” kata sumber.

Jika informasi tersebut benar, nominal yang disebut tentu tergolong besar. Namun hingga berita ini disusun, Matanusantara.co.id belum memperoleh bukti transaksi yang dapat memastikan nominal tersebut maupun memastikan adanya tindak pidana perjudian.
Informasi lain yang diterima redaksi menyebut pertandingan Yolanda versus Theptroy telah berakhir dengan hasil draw atau seri.

“Selesaimi hasilnya draw, cuma penait yang menang Rp100 juta,” ujar sumber.
Keterangan tersebut belum dikonfirmasi kepada pemilik ayam maupun pihak yang disebut sebagai penyelenggara. Sumber sebelumnya juga menyampaikan adanya dugaan “uang air” dan potongan tertentu dalam aktivitas di sekitar pertandingan.

Tiga Pria dan Pertanyaan yang Belum Terjawab

Kedatangan DS, AD dan NT kini menjadi bagian lain dalam penelusuran Matanusantara.co.id.
Jika kedatangan tersebut bertujuan meminta klarifikasi terkait pemberitaan, muncul pertanyaan mengapa hal itu dilakukan sekitar pukul 00.30 WITA.

Apabila terdapat keberatan terhadap pemberitaan, pihak yang merasa dirugikan sebenarnya dapat menyampaikan hak jawab atau klarifikasi kepada redaksi melalui mekanisme yang tersedia.
Namun demikian, redaksi belum menyimpulkan bahwa kedatangan ketiga pria tersebut merupakan tindakan intimidasi.

Keterangan keluarga mengenai adanya teriakan dan dugaan ucapan bernada ancaman tetap perlu diverifikasi lebih lanjut dengan meminta penjelasan dari seluruh pihak yang berkaitan.
Hingga berita ini diterbitkan, Matanusantara.co.id belum memperoleh jawaban langsung dari DS, AD maupun NT.
Redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari ketiganya, sekaligus meminta keterangan aparat kepolisian untuk mengetahui apakah peristiwa tersebut telah dilaporkan atau sedang dalam penanganan pihak berwenang.

Hak Jawab Tetap Dibuka
Matanusantara.co.id menegaskan bahwa pemberitaan mengenai dugaan adu ayam Bangkok tersebut masih berada dalam tahap penelusuran dan verifikasi.
Demikian pula dengan peristiwa kedatangan tiga pria di sekitar rumah jurnalis Ramli. Redaksi tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan mengenai motif kedatangan mereka.

Jika terdapat pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi secara proporsional sesuai prinsip-prinsip jurnalistik.

Di sisi lain, apabila benar terdapat tekanan atau ancaman terhadap seorang jurnalis berkaitan dengan aktivitas jurnalistik, persoalan tersebut tentu perlu mendapat perhatian dan penanganan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Kebebasan pers memberikan ruang bagi wartawan untuk mencari, memperoleh dan menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik serta ketentuan hukum.
Sebaliknya, pihak yang merasa dirugikan juga memiliki hak untuk menyampaikan keberatan, memberikan klarifikasi dan menggunakan mekanisme hukum yang tersedia.

Dua Peristiwa yang Kini Ditelusuri
Saat ini terdapat sedikitnya dua rangkaian peristiwa yang sedang ditelusuri.

Pertama, informasi mengenai dugaan pertandingan ayam Bangkok di Borong Rappo yang disebut-sebut melibatkan uang dalam jumlah besar, bahkan diklaim mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Kedua, kedatangan tiga pria yang disebut berinisial DS, AD dan NT ke sekitar rumah seorang jurnalis Matanusantara.co.id pada tengah malam, disertai keterangan keluarga mengenai teriakan dan ucapan yang mereka anggap bernada ancaman.

Belum terdapat bukti yang memastikan kedua peristiwa tersebut memiliki hubungan langsung.
Namun, kedekatan waktu antara pemberitaan mengenai dugaan adu ayam Bangkok dan kedatangan tiga pria tersebut membuat persoalan ini masih menjadi pertanyaan yang perlu dijawab melalui proses verifikasi.

Apakah kedatangan tersebut hanya kebetulan?
Ataukah terdapat hubungan dengan pemberitaan yang sebelumnya dipublikasikan?
Matanusantara.co.id akan terus menelusuri informasi tersebut dengan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait dan menguji setiap informasi yang diterima redaksi.
DS, AD, NT maupun pihak lainnya yang memiliki versi berbeda dipersilakan menyampaikan hak jawab dan klarifikasi kepada redaksi.
Matanusantara.co.id tetap menjunjung asas praduga tak bersalah serta tidak menyatakan seseorang melakukan tindak pidana sebelum terdapat bukti dan proses hukum yang sah.

Namun, satu pertanyaan masih menggantung dari peristiwa dini hari tersebut: setelah dugaan adu ayam Bangkok Borong Rappo diberitakan, mengapa tiga pria datang ke sekitar rumah seorang jurnalis, dan mengapa keluarga mengaku mendengar teriakan serta ucapan yang mereka anggap mengancam?

  • Bagikan