80 Produk Binaan Dekranasda Makassar Laku Terjual di Ajang INACRAFT 2025

  • Bagikan
Hari kedua ajang The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2025.

Jakarta, KOMPASNEWS – Koleksi produk binaan Dekranasda Kota Makassar sukses terjual di hari kedua ajang The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC). Tercatat ada sekitar 80 produk yang laku terjual.

Mulai dari sarung, kain lagosi, cora la’ba, kain sutra, hingga sarung basah dan baju bodo. Nilai transaksi dari penjualan ini mencapai Rp 35 jutaan.

Semua produk tersebut, merupakan hasil karya perajin lokal Makassar yang telah mendapatkan pembinaan dari Dekranasda melalui berbagai pelatihan. Program ini, juga telah berjalan konsisten dalam mendorong peningkatan keterampilan dan kualitas produk UMKM kerajinan.

Wakil Ketua Dekranasda Kota Makassar, Dewi Andriani, mengatakan, tidak menyangka antusiasme masyarakat, baik lokal maupun internasional, begitu tinggi terhadap produk-produk binaan Dekranasda.

Ia juga mengatakan bahwa banyak pengunjung yang memberikan pujian atas kualitas kain, keindahan corak, hingga desain busana khas Makassar yang dipamerkan. Hal itu membuktikan bahwa wastra Bugis-Makassar memiliki daya tarik yang mendunia.

“Kami sangat bersyukur karena produk binaan perajin Makassar bisa mendapatkan tempat istimewa di hati masyarakat luas. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendampingi dan mendorong UMKM agar lebih kreatif dan inovatif,” kata Dewi, melalui siaran pers, Jumat (3/10/2025).

Dengan capaian membanggakan ini, kata Dewi, Dekranasda Kota Makassar berhasil membuktikan bahwa baju bodo, sarung, dan kain tradisional bukan hanya simbol budaya, tetapi juga produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai jual tinggi dan diminati pasar internasional.

Salah satu pembeli mancanegara, Maslina, warga negara Malaysia, mengaku sangat terpesona dengan keindahan motif kain khas cora la’ba.

Ia mengungkapkan, baru kali ini menemukan kain dengan corak yang begitu eksotis dan berbeda dari yang pernah ia temui sebelumnya.

Karena ketertarikan itu, Maslina langsung melakukan transaksi dengan nilai mencapai sekitar Rp5 juta untuk memborong beberapa lembar kain. Ia menyebut kain tersebut rencananya akan dipakai pada pesta pernikahan keluarganya di Kuala Lumpur.

“Warnanya sangat indah dan motifnya unik. Saya pernah melihat kain Makassar, tapi baru lihat yang seperti ini. Saya akan mengenakannya dalam pesta pernikahan keluarga. Sangat indah kainny,” ujar Maslina usai bertransaksi di booth Dekranasda Makassar. (wia/skr)

  • Bagikan