Banyak Kasus Mangkrak di Wajo, SMSI Soroti Komitmen Kejaksaan-Polisi

  • Bagikan
Plt Ketua SMSI Wajo Andi Erwin (kiri)

Wajo, KOMPASNEWS – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Wajo menyoroti banyaknya kasus mangkrak di Wajo dalam setahun terakhir. SMSI melihat agenda penegakan hukum masih jalan di tempat.

“Ada beberapa kasus yang sempat menjadi perhatian publik namun hingga saat ini belum menemui titik terang. Kami juga perlu mengetahui perkembangan beberapa kasus yang menjadi atensi publik,” jelas Plt Ketua SMSI Wajo Andi Erwin, kemarin.

Menurut Erwin, di antara beberapa kasus mandek di Polres Wajo, dugaan asusila atau pelecehan seksual yang dilakukan oknum Komisioner Bawaslu berinisial HR, menjadi kasus paling disorot publik. Kasus ini telah berjalan berapa bulan.

HR dilaporkan 5 kali mencabuli stafnya. Kata Erwin, publik menginginkan kasus ini tuntas secara terbuka.

“Harusnya perkembangan penanganannya lebih transparan,” pintanya.

Selanjutnya ada kasus penetapan tersangka RK dalam tindak pidana pengelolaan tambang ilegal di Jalan Seroja, Kecamatan Tempe. Meski telah ditetapkan tersangka, hingga saat ini RK belum ditahan.

“Mengapa tak ditahan. Inikan jadi pertanyaan. Kita khawatir ini melukai rasa keadilan publik,” paparnya.

Tak hanya di kepolisian, di Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo juga ada sejumlah kasus mangkrak. Di antaranya dugaan korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di mana telah ditetapkan 3 tersangka dan kini tengah menjalani proses hukum di Pengadilan Tipikor Makassar.

“Tetapi kasus ini tak diperlebar. Padahal, masih memungkinkan menyeret tersangka lain,” ucap Erwin.

Ada juga kasus dugaan korupsi murbei dan kasus bantuan kredit fiktif BPD Sulsel yang hingga saat ini belum menemui titik terang. Yang terbaru kasus korupsi anggaran dana DD/ADD Kades Cinnongtabi, Kabupaten Wajo.

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan tersangka, namun belum dilakukan penahanan oleh pihak Kejaksaan.

“Ini perlu segera adanya kepastian hukum di APH baik itu kepolisian dan kejaksaan dan hal ini dianggap perlu agar ini tidak menjadi bola liar atau menimbulkan persepsi ke mana mana,” sambungnya.

Kapolres Wajo AKBP Muh Rosid Ridho sebelumnya mengatakan semua kasus yang ditangani tengah berjalan. Khusus kasus asusila oknum anggota Bawaslu kata dia, masih di tahap lidik.

Sebelumnya, Kejari Wajo Andi Usama Harun mengatakan, kasus korupsi yang ditangani pihaknya sedang berjalan.

“Saat ini masih menunggu proses audit oleh BPK RI terkait perhitungan kerugian negaranya,” imbuhnya. (win/skr)

  • Bagikan