Eskalasi Banjir Makassar Bisa Lebih Parah, Antang-Tamalanrea jadi Fokus Mitigasi

  • Bagikan
Banjir yang melanda Makassar akhir tahun lalu.

Makassar, KOMPASNEWS – Tingkat eskalasi banjir pada Desember hingga April mendatang memungkinkan lebih parah dibanding tahun lalu. Mengantisipasi kondisi ini, Pemkot Makassar menetapkan wilayah Manggala (Antang) dan Tamalanrea sebagai fokus mitigasi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak boleh dianggap sebagai urusan sampingan. Ia menyebut, tingkat risiko banjir Makassar akan naik dari tahun ke tahun.

“Mitigasi bencana adalah tanggung jawab bersama, dan pemerintah kota harus hadir dengan langkah cepat serta strategi yang tepat,” ujarnya.

Komitmen tersebut ditegaskan Munafri saat menghadiri launching inovasi program SALAMA (Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana) yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Kegiatan berlangsung di SMPN 19 Makassar, Selasa (30/9/2025).

Munafri menegaskan pentingnya langkah mitigasi dan persiapan matang dalam menghadapi ancaman bencana. Menurutnya, banjir di Makassar sudah menjadi langganan hampir setiap tahun, sehingga pemerintah bersama seluruh pihak terkait harus bekerja ekstra untuk mencari solusi.

“Minimal banjir tahun ini kita berusaha untuk mengurangi debit airnya, karena kita masih berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk bagaimana mengintervensi persoalan banjir yang ada, khususnya di Blok 10 Antang,” kata Munafri.

Politisi Golkar itu menambahkan, kondisi banjir kerap memicu kepanikan di masyarakat, terutama bagi anak-anak. Ia menilai, jika tidak ada pemahaman mengenai mitigasi atau cara penyelamatan diri, situasi tersebut bisa sangat berbahaya.

Oleh karena itu kata dia, ada mitigasi dari BPPD, karena mampu memberikan masukan yang sangat baik untuk melatih anak-anak ini bagaimana menghadapi bencana.

“Tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga bisa menolong orang lain,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan pelatihan kebencanaan ini dapat benar-benar dimaksimalkan oleh peserta, terutama anak-anak. Pemerintah kota, lanjutnya, akan terus mendukung penuh berbagai program yang berkaitan dengan mitigasi maupun penyelamatan saat terjadi bencana.

“Jalur evakuasi di sekolah-sekolah harus jelas, ada tanda-tanda alur, ada titik kumpul (meeting point), sehingga anak-anak tahu harus ke mana saat bencana terjadi,” tutup Appi.

Diketahui, saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus menghadirkan terobosan dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana. Salah satunya adalah program inovasi kebencanaan.

Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa dari delapan inovasi yang dirancang, salah satunya akan diikutsertakan dalam lomba inovasi tingkat nasional. Harapannya, inovasi tersebut bisa meraih prestasi terbaik dan membawa dampak positif bagi Kota Makassar.

“Ini akan kami berikan dalam lomba inovasi tingkat nasional, dan ke depan kita berharap bisa mendapatkan juara satu sehingga memperoleh bantuan dana baik dari pemerintah pusat maupun dari BNPB,” ungkap Fadli.

Fadli menambahkan, kegiatan pelatihan kali ini terlaksana secara non-budgeter berkat dukungan banyak pihak.

Meski tanpa anggaran khusus, kegiatan ini mampu memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak, termasuk praktik penyelamatan (rescue) hingga water rescue.

Dalam kesempatan itu, Fadli juga mengapresiasi jajaran BNPB yang turut berperan aktif. Menurutnya, para relawan dan petugas bukan hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi benar-benar memahami bahwa pekerjaan mereka adalah bagian dari jalan kemanusiaan.

“Selalu mengutamakan penyelamatan yang sesungguhnya. Seperti pesan Pak Wali kemarin, mereka juga harus tampil gagah agar masyarakat percaya, mulai dari pakaian, sepatu, hingga peralatan yang lengkap,” katanya. (wia/skr)

 

  • Bagikan