Menuju Akreditasi Unggul, Prodi Manajemen FEB UNM Lakukan Benchmarking ke Universitas Tadulako

  • Bagikan

Palu, KOMPASNEWS – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (FEB UNM) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako. Benchmarking ini sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan penguatan tata kelola program studi menuju Akreditasi Unggul.

Kegiatan mengusung tema “Benchmarking Implementasi Outcome Based Education (OBE), Pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dan Continuous Quality Improvement (CQI) dalam Mendukung Akreditasi Unggul Program Studi Manajemen”. Kegiatan diikuti oleh tim pengelola Program Studi Manajemen FEB UNM yang terdiri atas pimpinan program studi, tim kurikulum, dan tim penjaminan mutu,19/6

Dalam kesempatan itu, Program Studi Manajemen FEB Universitas Tadulako memaparkan pengalaman dan praktik baik dalam implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), pengukuran CPL dan CPMK, penerapan Continuous Quality Improvement (CQI), serta pengelolaan dokumen akreditasi yang terintegrasi.

Dr. Anwar, S.E., M.Si selaku Ketua Program Studi Manajemen FEB UNM menyampaikan bahwa benchmarking ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pengelolaan akademik yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan peningkatan mutu berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Abdul Rahman, M.Si. selaku Pengembang Kurikulum Program Studi Manajemen FEB UNM, menegaskan bahwa kegiatan benchmarking menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome Based Education yang sedang terus dikembangkan di lingkungan Program Studi Manajemen FEB UNM.

“Implementasi OBE tidak hanya berbicara tentang penyusunan dokumen kurikulum, tetapi bagaimana memastikan keterhubungan yang kuat antara visi program studi, Program Educational Objectives (PEO), Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), CPMK, proses pembelajaran, hingga sistem pengukuran dan evaluasinya. Melalui benchmarking ini, kami memperoleh berbagai praktik baik yang dapat diadaptasi untuk memperkuat kualitas kurikulum dan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan bisnis global,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil benchmarking akan menjadi bahan penting dalam proses evaluasi kurikulum, penyempurnaan pemetaan CPL, penguatan asesmen berbasis capaian pembelajaran, serta implementasi CQI yang lebih sistematis.

Kegiatan berlangsung dalam suasana diskusi yang konstruktif dan interaktif melalui sesi presentasi, tanya jawab, serta pertukaran pengalaman antara kedua program studi. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. (ham/skr)

  • Bagikan