Makassar, KOMPASNEWS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) sudah menyiapkan skema pasar murah sebagai langkah antisipasi jika terjadi inflasi. Pasar murah akan digelar di 24 kabupaten dan kota.
Skema pasar murah disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin.
“Pasar murah akan ada serentak, kita masih tunda waktunya, hari Jumat ini atau apa akan digelar serentak di 24 kabupaten kota,” kata Andi Sudirman Sulaiman.
Namun demikian, Andi Sudirman Sulaiman masih akan melihat perkembangan ke depan. Apabila harga masih terkendali, maka tidak perlu digelar pasar murah.
“Biasanya dilakukan tapi kita lihat kecenderungan inflasi. Tapi kalau normal-normal saja, jangan juga pasar murah nanti terganggu sistem dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov Sulsel akan bergerak cepat melakukan intervensi, jika memang ada gejolak terkait harga. “Kalau lagi ada gejolak sedikit baru kita (intervensi), itemya apa?” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, meninjau Pasar Terong Makassar di awal bulan suci Ramadan, Jumat (20/2/2026).
Andi Sudirman Sulaiman didampingi Kapolda Sulsel, Kajati Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin, Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Sulselbar, dan Wali Kota Makassar, meninjau harga bahan pokok di Pasar Terong Makassar.
Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, harga bahan pokok di Pasar Terong Makassar masih relatif stabil di awal Ramadan.
Meski demikian, ia juga menemukan bahwa ada beberapa bahan pokok yang naik seperti daging. Harga daging sapi naik Rp10 ribu di awal Ramadan, yaitu dari 120 ribu per kg, naik menjadi Rp130 ribu. Harga daging ayam juga naik Rp5 ribu. Dari harga Rp20.000 menjadi Rp35.000.
Sementara itu, harga bawang merah justru turun di awal Ramadan, yaitu dari harga Rp35.000 per kilogram menjadi Rp30.000.
“Bahkan bawang tadi ada yang turun, dari Rp35 ribu ke Rp30 ribu,” kata Andi Sudirman Sulaiman.
Adapun harga MinyaKita dari Bulog harganya stabil di angka Rp15.700 per liter. Begitu juga dengan beras SPHP yang Rp12.500 per kg. (skr)












