Gowa, KOMPASNEWS – Udara sejuk Malino menjadi saksi bertemunya ratusan pemuda Gowa dalam Summer Camp 2025 yang digelar Polres Gowa pada 24–25 Oktober 2025. Tidak kurang dari 56 organisasi kepemudaan (OKP) dengan total sekitar 400 peserta hadir membawa semangat persatuan, kolaborasi, dan kepedulian sosial di hajatan ini.
Kegiatan ini digagas sebagai rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus wadah memperkuat hubungan antara pemuda dan aparat kepolisian. Namun lebih dari itu, pertemuan dua elemen penting daerah ini menjadi ruang dialog terbuka, mengikis sekat, dan mempertemukan gagasan.
“Pemuda bukan objek, tapi mitra strategis Polri. Kita ingin tumbuh bersama membangun keamanan yang humanis, bukan represif. Karena Gowa butuh kolaborasi, bukan konflik,” tegas Kapolres Gowa AKBP M. Aldy Sulaiman saat membuka kegiatan.
Berbagai aktivitas terlaksana selama kegiatan, mulai dari bakti sosial, diskusi kepemudaan, hingga penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga alam dan masa depan Gowa. Dalam sesi dialog malam keakraban, sejumlah peserta menyampaikan harapan agar ruang sinergi antara pemuda dan aparat terus dibuka secara sehat dan setara.
Hal itu diamini Ketua DPD KNPI Gowa, Alumnus, yang turut hadir bersama para ketua OKP.
“Polres Gowa menunjukkan langkah terbuka untuk merangkul pemuda. Ini yang kami butuhkan—kemitraan yang saling menghormati. Kritik tetap boleh, tapi solusinya harus lahir bersama, demi Gowa yang lebih baik,” ucapnya.
Kolaborasi ini tidak berhenti di Summer Camp. Polres Gowa bersama OKP sepakat melanjutkan gerakan bersama lewat agenda penanaman pohon serentak pada 28 November mendatang bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia.
Summer Camp ini menjadi pesan nyata bahwa keamanan tidak hanya dibangun dengan patroli dan regulasi, tetapi juga dengan dialog, kepercayaan, dan persatuan. Di tengah dinamika sosial hari ini, sinergi Polres Gowa dan pemuda memberi harapan: Gowa bukan hanya dibangun, tapi diperjuangkan bersama – dengan hati, aksi, dan kolaborasi. (diman/skr)












