Jakarta, KOMPASNEWS – Di tengah hadirnya generasi baru musik Indonesia, nama Maliqa Nasution mulai mencuri perhatian sebagai penyanyi muda berbakat yang membawa warna pop modern dengan karakter vokal lembut dan emosional. Di usia 20 tahun, Maliqa tampil dengan gaya yang hangat, personal, dan dekat dengan pendengarnya.
Maliqa merupakan putri pertama Mickey Nasution dan Daisy Ariana. Ia tumbuh di lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia musik, sehingga sejak kecil telah akrab dengan berbagai genre yang membentuk kepekaan artistik dan kecintaannya terhadap seni tarik suara.
Berasal dari keluarga musik ternama, Maliqa adalah keponakan dari dua penyanyi legendaris Indonesia, Diana Nasution dan Rita Nasution, serta sepupu musisi Marcello Tahitoe. Meski memiliki warisan musikal yang kuat, ia memilih membangun identitasnya sendiri dengan karakter musik yang autentik dan relevan bagi generasi muda.
Tahun 2026 menjadi langkah awal perjalanan profesional Maliqa melalui single debut berjudul Rindu Menggila yang dirilis di bawah label HORAHORE! Records. Lagu tersebut mengangkat tema kerinduan mendalam yang tetap tinggal di hati meski waktu terus berjalan, dibalut aransemen pop modern yang emosional.
Single ciptaan Mickey Nasution itu turut mendapat dukungan sejumlah musisi nasional, di antaranya Yoggy Rachmady, Gustaf Alexandro Katuuk, Noldy Benjamin, dan Helena Andrian. Kehadiran mereka menjadi jembatan antara pengalaman musikal lintas generasi dengan semangat baru yang dibawa Maliqa.
Hingga kini, “Rindu Menggila” telah meraih lebih dari 40 ribu streams di Spotify. Dengan vokal yang lembut, penampilan elegan, dan pesan musik yang menyentuh, Maliqa hadir bukan hanya sebagai penyanyi pendatang baru, tetapi juga sebagai “sahabat dalam lagu” yang ingin menemani dan memahami perasaan para pendengarnya. (ysf/skr)












