Pertamina Dorong Kemandirian Pangan Lewat Program Pekarangan Lestari di Maros

  • Bagikan
Program pekarangan lestari, di Dusun Pao Pao, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.

Maros, KOMPASNEWS — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Itu ditunjukkan melalui program pekarangan lestari, di Dusun Pao Pao, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.

Program ini menjadi bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan berbasis komunitas.

AFT Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, mengungkapkan, kegiatan ini mendorong masyarakat, khususnya perempuan desa untuk berinovasi, berkreasi, dan berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang produktif dan ramah lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Pertamina terhadap penguatan ketahanan pangan masyarakat. Sekaligus menjadi wujud kontribusi perusahaan dalam menjawab potensi dan kebutuhan lokal, khususnya di sektor pertanian, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian lingkungan. Melalui pendekatan CSR yang berkelanjutan ini, kami berharap dapat mendorong terciptanya desa yang mandiri dan berdaya,” katanya, Jumat (10/10/2025).

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Tengku Muhammad Rum, mengungkapkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Inisiatif ini menjadi bukti bahwa masyarakat desa mampu menjadi pelaku utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan,” kata Rum.

Sementara, Kepala Desa Baji Mangngai, Abdul Latif, sangat mengapresiasi sinergi antara Pertamina Patra Niaga dan masyarakat dalam mengoptimalkan lahan pekarangan.

“Kami sangat berterimakasih atas dukungan Pertamina. Kini, pekarangan yang sebelumnya tidak termanfaatkan telah berubah menjadi kebun hijau yang produktif. Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dapat membawa dampak positif bagi ketahanan pangan dan kemandirian desa,” ungkapnya. (wia/skr)

  • Bagikan