Praktik Tengkulak Rugikan Petani di Wajo, DPRD Angkat Suara

  • Bagikan
Herman Arif

Wajo, KOMPASNEWS – Komisi 2 DPRD Kabupaten Wajo, Sulsel menyesalkan masuknya praktik tengkulak yang merugikan petani di Kecamatan Sabbangparu. Komisi 2 menyebut, praktik ini berkembang karena ketidakhadiran pemerintah.

“Kami duga anjloknya harga gabah dan adanya timbangan yang menyusut karena kecurangan tengkulak. Seharusnya ini bisa dicegah,” ujar Ketua Komisi 2 DPRD Wajo Herman Arif, kemarin.

Sebelumnya petani di Sabbangparu Wajo mengekuhkan harga gabah yang turun di bawah HPP. Selain itu mereka juga menduga ada praktik kecurangan dalam timbangan.

Petani melngaku, timbangan gabah mereka menyusut 7-8 kg. Penyusutan diduga karena adanya kecurangan dalam tera.

Herman Arif mengatakan, kecurangan ini seharusnya segera disikapi pihak pihak terkait.

“Setelah kami mendengar adanya keluhan petani dan berkomunikasi lansung dengan petani di wilayah Sabbangapru tepatnya di Desa Bentenglompoe memang terkesan adanya indikasi kecurangan yang terjadi dan harga yang dibawah standar HPP yang dilakukan pedangan atau tengkulak,” cetusnya.

Selaku perwakilan rakyat, ia berharap Pemkab Wajo melakukan tindakan cepat agar kerugian petani tidak semakin besar.

“Ini harus ditindaklanjuti baik soal harga yang di bawah HPP juga timbangan pedagang atau tengkulak yang seharusnya di angka 0. Tapi malah justru berada di angka 150 timbangan dan inipun setelah penimbangan terjadi lagi pemotongan timbangan gabah petani lagi,” ucapnya. (skr)

  • Bagikan