Takalar, KOMPASNEWS – Dalam momentum Hari Pahlawan 10 November 2025, dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Sosial Republik Indonesia, Achmad Kahar dan Sukman, menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial di Kabupaten Takalar. Keduanya melakukan asesmen langsung ke keluarga almarhum Cakodo Dg Nyengka, warga Dusun La’nyara, Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Takalar.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Direktorat Jaminan Sosial Kemensos RI untuk mengusulkan keluarga tersebut sebagai penerima bantuan sosial Rumah Sejahtera Terpadu (RST), Program Keluarga Harapan (PKH), dan bantuan sembako.
Tak hanya itu, tim dari Sentra Pangurangi Kemensos RI juga turut hadir dalam asesmen tersebut untuk meninjau langsung kondisi ekonomi keluarga almarhum. Diharapkan, hasil asesmen ini dapat menjadi dasar pemberian intervensi pemberdayaan, agar istri dan anak almarhum dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik dan mandiri.
Menurut informasi yang dihimpun redaksi, Achmad Kahar dan Sukman dikenal sebagai putra daerah Polongbangkeng, tanah yang melahirkan banyak tokoh pejuang dan pahlawan. Keduanya membawa semangat perjuangan itu ke ranah pengabdian sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa pamrih.
“Kami hanya menjalankan amanah negara dan mengenang jasa para pahlawan dengan cara membantu sesama,” ujar Achmad Kahar usai melakukan asesmen di rumah keluarga almarhum.
Momentum ini seolah mengingatkan bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya diwujudkan di medan perang, tetapi juga melalui pengabdian tulus kepada rakyat — seperti yang dilakukan Achmad Kahar dan Sukman di tanah kelahirannya sendiri.
Langkah nyata mereka menjadi contoh bahwa nilai perjuangan para pahlawan tetap hidup di hati anak bangsa, terutama di daerah Polongbangkeng yang dikenal sebagai “Bumi Pahlawan.”
“Menjadi pahlawan masa kini tidak harus mengangkat senjata, cukup mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan,” ucap Sukman penuh makna.
Melalui aksi sosial ini, semangat Hari Pahlawan terasa hidup — bukan hanya diperingati dengan upacara, tapi diwujudkan lewat tindakan nyata untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera bagi rakyat kecil. (diman/skr)












