Perseroda Gowa Siap Pasok Kebutuhan Pangan Program MBG

  • Bagikan

Gowa, KOMPASNEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendorong peran PT Perseroda Gowa Maju Bersama dalam memasok kebutuhan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelibatan Perseroda dipandang bisa ikut mendongkrak ekonomi lokal.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, mengungkapkan, Perseroda ini BUMD milik pemerintah yang membuka tangan untuk bekerja sama dengan pemilik dapur khususnya terkait bahan pokok MBG. Mulai dari beras, telur, lauk dan lain-lain, begitupun dengan Koperasi Merah Putih (KMP).

“Ini akan membantu petani kita yang menjual hasilnya di koperasi merah putih tentunya dengan harga yang cocok,” kata Husniah, kemarin.

Husniah, juga menyampaikan, saat ini pihaknya menargetkan 73 dapur aktif untuk mendukung program tersebut. Apalagi tujuan utama MBG, adalah menciptakan SDM unggul dan menekan angka stunting di Kabupaten Gowa.

“Sampai saat ini sebanyak 354 sekolah di Kabupaten Gowa telah menerima bantuan makanan bergizi gratis, terdiri dari 112 taman kanak-kanak, 130 sekolah dasar, 69 sekolah menengah pertama dan 43 sekolah menengah atas. Namun, baru 45 dapur yang beroperasi aktif penuh,” ungkapnya.

Bupati Talenrang mengaku, dirinya aktif turun langsung meninjau pelaksanaan MBG ini disetiap sekolah. Hal tersebut penting untuk mengetahui apakah program ini berjalan dan mendengar keluhan dari para siswa.

“Kami turun langsung ke lapangan melihat bagaimana pemenuhan gizi anak melalui MBG ini, sekaligus mendengarkan langsung keinginan anak-anak kita sebagai penerima manfaat,” kata Husniah.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ini dengan sungguh-sungguh agar tepat sasaran, berkualitas dan berkelanjutan.

“Saya yakin, dengan kerja sama yang solid, dengan semangat gotong royong dan dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, kita mampu menghadirkan generasi Gowa yang tumbuh sehat, cerdas dan berkarakter,” kata Husniah.

Sementara Plt Dirut Perseroda Gowa Maju, Ardiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus mendukung kebijakan pembangunan sosial, khususnya di bidang ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

“Kami berkomitmen menyediakan bahan pangan segar, sehat dan terjangkau bagi masyarakat Gowa, terutama untuk mendukung Program MBG,” kata Ardiansyah.

Kolaborasi ini, kata Ardiansyah, menjadi langkah strategis untuk menyalurkan hasil pertanian lokal kepada dapur-dapur MBG di wilayah Sulsel, dimana pihaknya telah mampu belerjasama dengan beberapa daerah termasuk Gowa, Maros, hingga Takalar.

“Setiap hari kami menyalurkan sekitar 6–7 ton bahan pangan ke dapur-dapur tersebut. Ini bentuk nyata pemberdayaan petani lokal,” kata Ardiansyah.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Makassar, Handayani, menjelaskan bahwa sejak peluncuran program oleh Presiden RI pada 6 Januari 2025, sudah banyak dinamika dan kolaborasi lintas sektor yang terjalin.

“Program ini telah berjalan di daerah masing-masing, dimana semuanya berperan penting dalam pelaksanaan MBG tersebut. Terlebih kami membawahi 15 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, termasuk Gowa, dan berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut,” kata Handayani. (wia/skr)

  • Bagikan