Makassar, KOMPASNEWS – PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi melalui salah satu unit operasinya, Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, menginisiasi program inovatif bernama Eco-Cycle. Program ini mengajak pengelola kebun dan komunitas lokal untuk mengubah limbah rumput dan kotoran sapi menjadi pupuk kompos berkualitas bagi tanaman koleksi di Kebun Raya Pucak, Maros, Sulawesi Selatan.
AFT Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, mengungkapkan, program ini bukan hanya sekadar edukasi, melainkan juga sebuah gerakan nyata untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati. Ini sekaligus mengurangi dampak negatif limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.
“Kami ingin mengubah cara pandang terhadap limbah. Apa yang dulu hanya dianggap masalah, sekarang menjadi solusi untuk keberlangsungan taman ini,” kata Andreas, melalui siaran pers, Senin (29/9/2025)
Program Eco-Cycle ini, kata Andreas, juga membuka peluang agar Kebun Raya Pucak bisa mandiri dalam penyediaan pupuk organik, sekaligus menginspirasi komunitas lokal untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan.
Selain transfer ilmu dan praktik langsung, kata Andreas, AFT Hasanuddin juga memberikan dukungan alat dan bahan pendukung pengomposan. Di antaranya compost bag, starter, dan mikroorganisme lokal (MOL) agar proses pembuatan kompos berjalan maksimal dan dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.
Sementara, Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Tengku Muhammad Rum, mengungkapkan bahwa program Eco-Cycle ini menyentuh berbagai aspek penting pembangunan berkelanjutan, yang tercermin dalam beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“Eco-Cycle bukan hanya inovasi lingkungan, ini adalah bentuk kepedulian dan sinergi nyata antara dunia industri, komunitas lokal, dan kawasan konservasi demi masa depan yang lebih hijau dan lestari,” kata Rum. (wia/skr)











