KOMPASnews – *MAKASSAR* – Kapolsek Tamalanrea, Kompol Mustari Alam, S.Sos., memimpin upacara bendera di SMP Negeri 30 Makassar, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (19/10/2026) pukul 07.30 WITA. Kegiatan dalam rangka *Polisi Peduli Pendidikan* tersebut menjadi sarana edukasi bagi para pelajar untuk meningkatkan kedisiplinan, membangun karakter, dan menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja.

Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, Kompol Mustari Alam menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, para siswa diharapkan mampu menjaga perilaku, menaati aturan, serta fokus meraih prestasi demi mewujudkan cita-cita.
Ia mengingatkan sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya tawuran antarpelajar, keterlibatan dalam geng motor yang melakukan kekerasan, balapan liar, pelanggaran lalu lintas, penyalahgunaan narkoba, perundungan, pencurian, hingga penyalahgunaan media sosial.

Menurutnya, upaya mencegah kenakalan remaja tidak dapat dibebankan hanya kepada kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan pihak sekolah, orang tua, masyarakat, dan para pelajar.
“Persoalan kenakalan remaja bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga menjadi tanggung jawab sekolah, orang tua, masyarakat, dan kalian sendiri sebagai generasi muda,” demikian penekanan dalam amanat Kapolsek Tamalanrea.

Kompol Mustari juga menegaskan bahwa kehadiran Polri di lingkungan pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pencegahan, pembinaan, dan perlindungan terhadap generasi muda.
“Kehadiran polisi bukan semata-mata untuk melakukan penindakan, tetapi juga untuk mencegah, membina, melindungi, dan menyelamatkan masa depan generasi muda,” menjadi salah satu pesan utama dalam amanat tersebut.
Selain itu, para siswa diimbau agar berani menolak ajakan tawuran, tidak mudah terprovokasi oleh persoalan pribadi maupun unggahan di media sosial, serta menyelesaikan permasalahan melalui komunikasi yang baik. Jika menghadapi ancaman atau ajakan melakukan kekerasan, siswa diharapkan segera meminta bantuan guru, orang tua, atau pihak kepolisian.
Kapolsek juga mengajak para pelajar untuk menjadikan prestasi, kedisiplinan, sikap saling menghormati, dan perilaku terpuji sebagai landasan menjaga nama baik sekolah.
“Jangan bangga karena ditakuti, banggalah karena dihormati. Jangan bangga karena berani melanggar hukum, banggalah karena mampu menaati aturan. Jangan mencari nama dengan kekerasan, tetapi raihlah kehormatan melalui prestasi,” demikian pesan penutup dalam amanatnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 30 Makassar, Hijriah Enang, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan *Polisi Peduli Pendidikan* di sekolahnya. Ia menilai kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa yang terlihat antusias mengikuti upacara dan mendengarkan pesan yang disampaikan.

“Kami sangat mengapresiasi Polri yang melaksanakan kegiatan seperti ini. Kita bisa melihat anak-anak sangat antusias. Apa yang disampaikan benar-benar terasa bahwa polisi bersama masyarakat,” ungkap Hijriah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang guna memperkuat hubungan antara kepolisian dan dunia pendidikan.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan Polri dengan masyarakat melalui dunia pendidikan. Kolaborasi antara kepolisian dan sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, dan berprestasi.












