BI Optimistis Nilai Tukar Rupiah akan Stabil di 2026

  • Bagikan

Jakarta, KOMPASNEWS – Menjelang tutup tahun 2025, posisi nilai tukar (kurs) rupiah semakin letoi di hadapan dolar AS (US$). Posisinya berada di kisaran Rp16.700-an.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memproyeksikan, nilai tukar mata uang Garuda membaik pada 2026 yang bershio kuda api. Seperti tertuang dalam Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2026.

Di mana, proyeksi nilai tukar rupiah dipatok lebih rendah ketimbang ATBI 2025 yang mematok target nilai tukar berada di level Rp15.285 per dolar AS. Namun demikian, RATBI nyaris sama dengan prognosa rupiah di 2025.

“Nilai tukar rupiah rata-ratanya Rp16.430 per dolar AS, hampir sama dengan prognosa 2025 sebesar Rp16.440 per dolar AS. Saya kira, (proyeksi) ini lebh realistis, karena memang seperti tadi kami sampaikan, kondisi global pada 2026 masih tetap sama,” ujar Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Lebih lanjut, Perry menerangkan, proyeksi nilai tukar 2026 masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global yang tetap sama dengan tahun ini. Di mana, BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar non delivery forward (NDF) hingga pasar spot.

“Karena memang seperti tadi kami sampaikan kondisi global 2026 masih tetap dengan volatilitas yang tinggi, risiko arus modal ke luar negeri masih besar dan kami terus berkomitmen melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah ini dengan intervensi yang memang semakin banyak,” kata dia.

Namun, dia menegaskan, nilai tukar rupiah pada 2026, diperkirakan tetap stabil.”Ke depan nilai tukar rupiah akan tetap stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur dia. (skr)

 

  • Bagikan